Bagian I
MELISA
Dibalik pohon yang rindang,mentari menembus melalui celah ranting-ranting kering.aku terus mengayuh sepedaku menuju kesekolah.Di ujung jalan sesosok gadis berbelok menghampiri jalanku,tapi tanpa ada tatap muka dan tak sedikitpun bergeming padaku.ya,dia Melisa Melisa Arcody lengkapnya,dia adalah cinta pertamaku dulu namun setelah banyak peristiwa yang terjadi dalam hidupku entah firts love in first sight sekejap hilang menjadi kebencian yang kita alami.Aku tidak kesal padanya tapi aku lebih kesal terhadap diriku sendiri.KIsah bersama melisa hadir dalam hidupku saat aku duduk di bangku Smp.
Hidupku memang beda dengan
orang mayoritas,mungkin aku tergolong menjadi orang minoritas.Entah kenapa dari
kecil aku sangat mengagumi Langit,ya aku lebih suka memandangi langit biru
ketimbang nonton televisi seharian,entah kenapa jika aku melakukan itu hatiku
terasa tenang dan damai,mungkin itu juga yang langit ingin katakan kepada
awan,namun terkedang awan hitam membuat kegaduhan di langit yang membuat langit
menangis karena kehilangan ketenangan dan kedamaian.
Hari ini adalah hari pertamaku
masuk sekolah,setelah liburan panjang
dari kenaikan kelas 2.Tak sabar rasanya ingin bertemu sahabat-sahabatku
lainnya.Dari kejauhan terdengar suara detakan kaki yang kencang dan Plak!
“Aduh..!”teriak
ku.
''Apa
kabar mr.langit” terdengar sesorang yang tak terlihat wajahnya,karena waktu itu aku tertunduk dan merasa sakit dikepalaku.sejenak aku terdiam dan melihat yang memukulku.
"Melisa?ah gak lucuni,sakit mbak",kunaikan nada suaraku.
"Ya..gini nih,upah sombong sama istri masa depan kamu kan.",jawabnya dengan nada bercanda.
Ya dia Melisa Arcordy cewek pindahan dari Jakarta,dia cewek yang manis,kita sudah berteman sekitar 5 tahun,dia ke bali sewaktu kelas 4SD dan dia sewaktu SD sering diejek karena memiliki kulit putih seperti BUle karena dia blasteran dari Makasar dan Belanda.Karena dia dikucilkan sewaktu SD itulah yang membuatnya dia berteman denganku .

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact