Seuntaian kata tak dapat berarti
apa-apa bagiku,seperti sebutir pasir yang tersapu ombak di pantai.Tak ada
artinya hidupku dulu.Ya dulu,tapi itu dulu...sekarang aku sudah bangkit
mengejar matahari di ufuk barat.Sebuah awan yang mengubah hidupku lebih
berarti.Sebuah kisah tentang Persahabatan,Cinta dan Impian.
Namaku kharisma,orang sering memangilku dengan key’ yang berarti kunci,karena aku anak juru kunci,atau anak bungsu di keluarga ku.Hidupku memang beda dengan orang mayoritas,mungkin aku tergolong menjadi orang minoritas.Entah kenapa dari kecil aku sangat mengagumi Langit,ya aku lebih suka memandangi langit biru ketimbang nonton televisi seharian,entah kenapa jika aku melakukan itu hatiku terasa tenang dan damai,mungkin itu juga yang langit ingin katakan kepada awan,namun terkedang awan hitam membuat kegaduhan di langit yang membuat langit menangis karena kehilangan ketenangan dan kedamaian.
Namaku kharisma,orang sering memangilku dengan key’ yang berarti kunci,karena aku anak juru kunci,atau anak bungsu di keluarga ku.Hidupku memang beda dengan orang mayoritas,mungkin aku tergolong menjadi orang minoritas.Entah kenapa dari kecil aku sangat mengagumi Langit,ya aku lebih suka memandangi langit biru ketimbang nonton televisi seharian,entah kenapa jika aku melakukan itu hatiku terasa tenang dan damai,mungkin itu juga yang langit ingin katakan kepada awan,namun terkedang awan hitam membuat kegaduhan di langit yang membuat langit menangis karena kehilangan ketenangan dan kedamaian.
Hari ini adalah hari pertamaku
masuk sekolah,setelah liburan panjang
dari kenaikan kelas 2.Tak sabar rasanya ingin bertemu sahabat-sahabatku
lainnya.Dari kejauhan terdengar suara detakan kaki yang kencang dan Plak!
“Aduh..!”teriak ku.
“Apa
kabar mr.langit” terdengar sesorang yang tak terlihat wajahnya.“Aduh..!”teriak ku.
-YK-

0 komentar:
Posting Komentar